oleh

NAGARI LINTONG

Borbor.net Sejarah Nagari lintong  dimulai sekitar tahun 1652.  Pada masa itu  Raja Enduk generasi pertama penduduk Nagari Lintong tiba di  Dusun Lobu,  merantau dari kampung Haunatas. Seiring waktu Keturunan Raja Enduk berkembang  dan berpencar . Sebagian besar berpindah ke daerah yang lebih jauh dan bahkan kembali ke Haunatas.   Ompu Lintong generasi ke 4 dari keturunan Raja Enduk (kelak menjadi Cikal bakal nama Nagari Lintong)  hanya bergeser sedikit dari dusun Lobu yakni ke Dusun Lumbanjulu. Keturunan Oppu Lintong ini yang kemudian menjadi penduduk mayoritas di Nagari Lintong.  Keturunannya berkembang dan berpencar membuka Dusun-dusun baru yang sekarang kita kenal menjadi  Desa-desa.  Yaitu Desa Rodang, Desa Onanborbor, Desa Huta GUr-gur, Desa Aek hutcim, Desa Paramburan.

Kantor Kepala Desa di Desa Lintong

Pada masa Pendudukan Belanda Desa Lintong ini yang kemudian menjadi pusat pemerintahan   dengan nama Nagari lintong, menginduk ke wedana Parsoburan, Karesidenan Tapanuli.  Kepala pemerintahan disebut Nagari,  membawahi semua desa (15 desa) yang ada di kecamatan Borbor sekarang ini. Diperkirakan ada 3 kepala nagari yang sempat menjabat pada masa itu, sebelum berubah menjadi pemerintahan desa dengan kepala pemerintahan Katua, setelah Indonseia merdeka.  Ada 2  Katua yang menjabat pada masa itu Kepala pemerintahan kemudian berubah lagi menjadi Kepala Desa. pada masa ini Desa Pangururan memiliki kepala desa tersendiri. Tahun 2002 terjadi pemekaran besar-besaran.  Dahulu yang hanya 1 pemerintahan Nagari Lintong sekarang menjadi  15 pemerintah desa dan 1 kecamatan. Pusat pemerintahan  Onanborbor. Lalu Kenapa bukan di lintong   yang menjadi pusat pemerintahan sekarang mengingat sejarahnya?  Mungkin ini Terkait dengan Letak Styategis Onanborbor.

 (Tulisan ini bukan kebenaran mutlak, masukan dari pihak lain akan melengkapi; Saran dan Kritik Ke borbornet@yahoo.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed