oleh

HABINSARAN, TOBA

Geografi

Borbor.net Habinsaran adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Toba SamosirSumatera UtaraIndonesia.

Kecamatan Habinsaran memiliki luas wilayah 408,70 km² atau 20,21% dari total luas Kabupaten Toba Samosir.

Kecamatan Habinsaran berada pada 2°06’- 2°22’ Lintang Utara dan 98°35’ – 99°10’ Bujur Timur.

Kecamatan Habinsaran berada diatas sekitar 700 hingga 1.650 meter dari permukaan laut.

Pemerintahan

Kecamatan Habinsaran terdiri dari 21 desa dan 1 kelurahan yang terbagi habis dalam 120 dusun. Kelurahan Parsoburan Tengah adalah ibukota dan pusat pemerintahan Kecamatan Habinsaran.

Desa Panamparan merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 58,95 km² atau 14,42% dari total luas Kecamatan Habinsaran, sementara Desa Taonmarisi merupakan desa terkecil yaitu 6,44 km² atau 1,58% dari total luas Kecamatan Habinsaran.

Desa Sibuntuon merupakan desa yang paling jauh dari ibukota Kecamatan Habinsaran yaitu berjarak sekitar 38 kilometer.

Sejarah Kecamatan

Kecamatan Habinsaran telah menjadi sebuah wilayah dengan status onder distrik pada zaman penjajahan ketika Indonesia masih menjadi Hindia Belanda. Sewaktu Indonesia merdeka, Kecamatan Habinsaran menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara. Kecamatan Habinsaran menjadi salah satu kecamatan yang merintis pemekaran Kabupaten Toba Samosir dari Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 1998.

Kecamatan Habinsaran memekarkan Kecamatan Borbor pada tahun 2002 dan Kecamatan Nassau pada tahun 2006.

Pada tahun 2009 Kecamatan Habinsaran mengadakan pemekaran desa sebanyak 7 Desa, yaitu Desa Lumban Rau Selatan memekarkan Desa Lobu Hole dan Desa Batu Nabolon, Desa Lumban Balik memekarkan Desa Lumban Gaol, Desa Parsoburan Barat memekarkan Desa Tornagodang dan Desa Taonmarisi, dan Desa Panamparan memekarkan Desa Pagar Batu dan Desa Sibuntuon.

Pada tahun 2010, Kecamatan Habinsaran kembali mengadakan pemekaran desa sebanyak 5 Desa, yaitu Desa Lumban Rau Selatan memekarkan Desa Pangujungan, Desa Panamparan memekarkan Desa Pararungan dan Lumban Lintong, Desa Lumban Rau Barat memekarkan Desa Aek Ulok, dan Desa Lumban Pinasa memekarkan Desa Lumban Pinasa Saroha.

Sosial Kemasyarakatan

Mayoritas penduduk Kecamatan Habinsaran berasal dari suku Toba.

Agama

Mayoritas penduduk Kecamatan Habinsaran memeluk agama Kristen.

Di Kecamatan Habinsaran terdapat 99 sarana ibadah yang terdiri dari 96 bangunan Gereja dan 3 Masjid.

Pendidikan

Pada tahun 2015, terdapat 35 bangunan sekolah di Kecamatan Habinsaran yang terdiri dari 27 sekolah SD, 5 sekolah SMP, 2 sekolah SMA dan 1 sekolah SMK.

Kesehatan

Kecamatan Habinsaran memiliki 48 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian

Pertanian & Peternakan

Sumber penghasilan utama penduduk di Kecamatan Habinsaran adalah di sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Produk unggulan pertanian dari Kecamatan Habinsaran adalah kopi dan padi sawah.

Pada sektor peternakan, ternak yang paling banyak di Kecamatan Habinsaran adalah ternak babi, sementara unggas yang paling banyak adalah ayam.

Perdagangan

Kecamatan Habinsaran memiliki 5 unit pasar yang terdiri dari:

Industri

Perindustrian yang ada di Kecamatan Habinsaran pada umumnya adalah industri mikro. Secara umum, industri yang ada di kecamatan Habinsaran bergerak pada bidang penggilingan padi dan juga penenunan ulos.

Komunikasi

Kecamatan Habinsaran hanya memiliki 3 menara BTS yaitu di Desa Lumban Rau BaratParsoburan Barat, dan Kelurahan Parsoburan Tengah. Tidak semua wilayah desa di Kecamatan Habinsaran dapat menangkap sinyal seluler, dari 22 wilayah terdapat 4 desa yang belum terjangkau sinyal seluler dikarenakan desa tersebut letaknya berada di dalam kawasan hutan.

Pariwisata

Kecamatan Habinsaran memiliki beberapa wilayah yang potensial untuk dikembangkan menjadi wilayah pariwisata, terutama untuk wisata alam. Contohnya adalah lokasi pemandangan Batu Manumpak dan Air Terjun Vittoria.

(SUMBER : WIKIPEDIA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed