oleh

GIRING-GIRING SORIK

borbor.net Penginjilan di Nagari  lintong (wilayahnya meliputi wilayah Kecamatan Borbor saat ini) diperkirakan tahun 1920-an. Baptisan pertama dilakukan tahun 1925. Pada masa itu kantor zending berada di Lumban Pinasa. Masuk Karesidenan Tapanuli.  

Ada cerita menarik terkait Giring-Giring  (Lonceng Gereja) yang ada di HKBP Lintong. Giring-Giring tersebut cukup besar dan suaranya terdengar bahkan  dalam jarak  sekitar  10 Km. Kunci Dasar G.    hanya ada 4 buah Giring-Giring yang besar itu,  dan langsung di datangkan dari Jerman.  Tentu setiap   desa yang memiliki bangunan Gereja  berminat untuk mendapatkannya.

 Kabar tentang Giring-giring tersebut sampai ke Nagari Lintong. Masyarakat Nagari Lintong akhirnya mengutus Sorik Pasaribu ke Lumban Panasa.  Beliau pada zaman itu merupakan tokoh yang di segani dan di akui kehebatannya.

Di kantor Zending itu Opung Sorik mulai memamerkan ilmu nya dengan berbagai macam gaya.  Karena terkesan  dengan  “ilmu” nya. Penatua di  Lumban Pinasa  menghargai ‘usaha” Oppung Sorik,    akhirnya diputuskan bahwa nagari Lintong berhak atas  giring-giring. Pada akhirnya di ketahui bahwa ke 4 Giring-giring itu di bagikan ke Lumban Pinasa, Lumban Rau, Janji Maria dan Lintong.  

Karena merasa   bahwa  nagari Lintong bisa  mendapatkan giring-giring tersbut atas usahanya, Beliau akhirnya mengklaim bahwa giring-giring tersebut adalah miliknya. Sehingga pada masa tahun 1950-1960 an terkenal istilah Giring-Giring Sorik…..  Sangat mungkin desa lain yang mendapatkan Giring-giring tersebut mempunyai cerita tersendiri.  (untuk surat menyurat  kritik da saran  silakan  email  borbornet@yahoo.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed