oleh

Sejarah Negara Vatikan

BORBOR.NET Negara adalah organisasi yang menguasai wilayah dan sekelompok orang di dalamnya. Dan, ada negara yang memiliki luas wilayah satu kota kecil saja, yaitu Vatikan hanya 44 hektar, Panjang 1.045 meter dan lebar 850 meter.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Vatikan, Negara Kota Vatikan dibentuk melalui Traktat Lateran yang ditandatangani pada 1929 antara Wakil Kepala Pemerintah Takhta Suci Kardinal Pietro Gaspari dan Perdana Menteri Kerajaan Italia Benito Mussolini.

Vatikan diakui sebagai badan politik yang menjamin Takhta Suci sebagai institusi tertinggi dalam Gereja Katolik sedunia sekaligus negara berdaulat. 

Negara Vatikan terbentuk setelah melewati proses panjang. Sekitar pertengahan abad ke-8, terbentuk Negara Kepausan (Stato Pontificio) dengan wilayah meliputi seluruh Kota Roma yang terbentang antara pesisir Barat dan Timur Italia.

Proses penyatuan kerajaan-kerajaan Italia mengakibatkan Negara Kepausan beberapa kali terancam dan terlibat dalam politik serta perang wilayah. 

Setelah Roma direbut oleh Garibaldi pada 1870 dan kekuasaan diserahkan kepada Raja Vittorio Emanuele II, maka berakhir pula apa yang disebut Negara Kepausan. 

Paus Pius IX meninggalkan Istana Lateran dan pindah ke Istana Vatikan lalu menetap di situ dengan mengurung diri.

Pada 1871, Raja Vittorio Emanuele II mengeluarkan undang-undang yang menjamin kedudukan Paus untuk menempati Istana Lateran dan Castel Gandolfo. Tindakan unilateral ini ditolak oleh Paus. 

Di 1919, suatu “Law of Guarantee” kembali dikeluarkan oleh Pemerintah Italia secara sepihak, yang isinya mengakui kedaulatan Paus atas wilayah tertentu. Undang-undang ini memberi hak untuk menggunakan beberapa gedung yang ditunjuk sebagai bagian dari wilayah Paus. 

Namun, tindakan baru tersebut pun ditentang oleh Paus yang berkuasa saat itu, Paus Benediktus XV. Sebagai jalan tengah, diadakan beberapa kali perundingan dengan hasil pembentukan Negara Kota Vatikan (The Vatikan City State).

Vatikan dibentuk melalui Traktat Lateran yang ditandatangani pada tanggal 11 Pebruari 1929 antara Wakil Perdana Menteri Vatikan Kardinal Pietro Gaspari dan Perdana Menteri Kerajaan Italia Benito Mussolini. 

Isi Traktat Lateran tersebut mengakui Negara Kota Vatikan sebagai badan yuridis dan politis, dengan jaminan kemerdekaan dan kedaulatan atas daerah yang dikelilingi  tembok. Vatikan juga mengatur hak milik Vatikan yang lain yang disebut sebagai “esktrateritorial”.

Tempat “ekstrateritorial” tersebut di antaranya terletak di Roma, yaitu Basilika Santo Giovanni Lateran, Basilika Santa Maria Magiore, Basilika Santo Paulus, Palazzo della Cancelleria, Pallazzo di Propaganda Fide, Palazzo San Callisto, dan Palazzo Santo Offizio. 

Kemudian, Seminari Menengah Kepausan, Universitas Urbaniana, Rumahsakit Bambino Gesu, Serikat Yesus (S.J.), dan beberapa gereja, biara suster, serta collegio atau asrama tempat tinggal para rohaniawan dan rohaniawati yang sedang menuntut ilmu atau bertugas di Roma.  

Dari segi hubungan antarbangsa, Vatikan adalah negara berdaulat penuh dan dilindungi hukum internasional, juga saat ini menyandang gelar sebagai negara terkecil di dunia. Sementara kepala negara Vatikan adalah Paus. (Sumber: Kontan.co.id)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed