oleh

Susu Beras Fortifikasi

BORBOR.NET Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengenalkan salah satu inovasi berupa susu beras fortifikasi. Susu beras berbahan beras patah dan menir  ini dimaksudkan untuk  menambah nilai ekonomi selain memiliki nilai gizi yang sama dengan beras kepala.

Menurut Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry, susu tersebut memiliki antioksidan, asam folat dan vitamin B2 yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan terutama balita dan ibu hamil.

“Bagi yang alergi susu sapi akan cocok mengonsumsi susu ini karena kandungan lemaknya sangat rendah,” ujar Fadjry di Gedung Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Bogor.

“Ini merupakan salah satu terobosan dalam rangka pencegahan stunting. Sebelumnya kita sudah memiliki beras stunting (Inpari Zink), dan sekarang kita menghasilkan susu beras untuk stunting,” tambahnya.

Ditempat terpisah Kepala BB Padi Priatna Sasmita menegaskan bahwa dalam rangka meningkatkan nilai produk bermutu Priatna terus mendorong penelitinya untuk melakukan inovasi dengan memanfaatkan beras patah atau menir agar bisa meningkatkan nilai ekonomis.

‘Peneliti terus perlu didorong untuk terus melakukan inovasi produk bermutu dengan tetap memanfaatkan nilai gizi dari kandungan beras patah khususnya dari beras-beras khusus dan beras berwarna”, jelas Priatna Sasmita

Jika dideskripsikan, kandungan asam folat tiap penyajian (250 mL) susu beras fortifikasi mencapai 599 µg yang mencukupi 150% AKG (angka kecukupan gizi). Asam folat ini berperan dalam pembentukan sel-sel otak, meningkatkan fungsi sistem syaraf, mencegah anemia pada ibu hamil, mencegah cacat lahir, berperan dalam pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan anak, memperlambat penuaan dini dan lain sebagainya.(Sumber: DepTan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed