oleh

Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Kebotakan Pria Dimulai dari Atas Kepala?

BORBOR.NET Ketika rambut rontok, baik pria maupun wanita pasti akan bertanya-tanya apa penyebabnya. Uniknya, entah bagaimana kebotakan seperti dimulai dari bagian atas rambut atau depan garis kepala yang membuat jidat makin tampak lebar.

 Pada perempuan mungkin tidak terlalu kelihatan. Namun pada pria, kebotakan terlihat sangat jelas. Rata-rata pria kehilangan rambut secara progresif seiring bertambahnya usia. Kebanyakan pria mengalami kebotakan karena faktor keturunan yang disebut androgenetic alopecia atau lebih dikenal sebagai pola kebotakan pria.

 Menurut American Hair Loss Association, 95 persen rambut rontok pada pria disebabkan oleh androgenetic alopecia. Dikutip dari Health Line, sifat yang diwariskan ini cenderung membuat tepi rambut pria di bagian dahi lebih mundur atau bagian atas lebih tipis. Hal ini disebabkan oleh kepekaan genetik terhadap produk sampingan testosteron yang disebut dihidrotestosteron (DHT). Lantas, bagaimana DHT menyebabkan rambut rontok? Folikel rambut yang sensitif terhadap DHT cenderung menyusut seiring berjalannya waktu. Saat folikel rambut mengecil, masa hidup setiap rambut menjadi lebih pendek. Akhirnya, folikel yang terpengaruh berhenti memproduksi rambut, atau setidaknya jenis rambut Anda.

Pada pola kebotakan pria, rambut rontok biasanya mengikuti dua pola yang dapat diprediksi, yakni: Rambut mulai menipis di atas kepala dan di sekitar pelipis. Pola ini pada akhirnya dapat meninggalkan pola “tapal kuda” di sekitar sisi dan belakang kepala. Rambut mulai menyusut dari depan garis rambut, mendorong garis rambut lebih jauh ke belakang kepala.

 Usia berapa mulai muncul kebotakan? Rambut rontok hingga kebotakan tidak dialami Anda sendiri. Setidaknya ada tiga tahap usia seseorang mengalami kebotakan. yakni: Sebelum usia 21 tahun. Sekitar 25 persen pria memiliki pola kebotakan keturunan dan mulai mengalami kerontokan rambut. Usia 35 tahun. Sekitar 66 persen pria mengalami kerontokan rambut pada tingkat tertentu. Usia 50 tahun. Sekitar 85 persen pria akan memiliki rambut yang jauh lebih tipis.

Penyebab lain kebotakan Meski penyebab utama kebotakan adalah androgenetic alopecia atau pola kebotakan pria, tapi ini bukan satu-satunya pemicu. Jika Anda mengalami pola kebotakan pria, gejala yang muncul adalah rambut menipis. Namun jika Anda mengalami kondisi rambut lainnya, artinya penyebabnya bukan pola kebotakan pria. Kondisi berikut dapat menyebabkan berbagai tingkat kerontokan rambut.

Beberapa jenis rambut mungkin rontok permanen, sementara yang lain mungkin dapat disembuhkan.

1. Alopecia areata Kondisi ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut yang sehat, hal ini merupakan menyebabkan rambut rontok. Rambut biasanya rontok di bagian kecil kepala, tetapi juga dapat memengaruhi bagian tubuh yang lain. Sebagai contoh, kerontokan bisa terjadi di janggut, bulu mata, atau alis. Dalam kondisi ini, rambut bisa tumbuh kembali tapi juga bisa tidak.

 2. Efluvium telogen Rambut rontok yang berlebihan terkadang dapat terjadi sekitar 2 hingga 3 bulan setelah mengalami peristiwa yang membuat stres. Rambut rontok dapat dipicu oleh kecelakaan, pembedahan, penyakit, penurunan berat badan yang drastis, atau semacam stres psikologis. Rambut biasanya tumbuh kembali dalam waktu sekitar 2 hingga 6 bulan.

 3. Kekurangan nutrisi Kadar zat besi dan nutrisi lain yang optimal sangat penting untuk kesehatan tubuh termasuk pertumbuhan rambut. Protein, vitamin D, serta asupan vitamin lain yang cukup dari makanan juga penting untuk menjaga kesehatan rambut. Kekurangan satu atau lebih nutrisi ini dapat menyebabkan kehilangan lebih banyak rambut dari biasanya. (Sumber: Kompas.com)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed