oleh

Misteri Tubuh Manusia: Mengapa Keringat dan Badan Kita Bau?

BORBOR.NET Bau badan merupakan hal yang wajar dan normal untuk manusia. Nama lain dari bau badan adalah bromhidrosis. Namun jika bau badan tercium orang lain dan aromanya sangat menyengat, ini akan jadi hal memalukan. Kita bisa jadi tidak percaya diri karenanya.

 Dikutip dari Verywell Health, sebenarnya keringat sendiri tidak memiliki bau. Bau badan merupakan kesalahan dari bakteri yang hidup di area tubuh yang berkeringat. Bakteri bukan satu-satunya penyebab bau badan. Hal ini tergantung pada kelenjar keringat mana yang mengeluarkan keringat. Ada berbagai jenis kelenjar keringat di kulit, yaknikelenjar ekrin dan kelenjar apokrin.

Menurut riset para ilmuwan, penyebab bau badan manusia adalah kelenjar apokrin. Kelenjar apokrin tidak dirancang untuk membantu mendinginkan tubuh. Sebaliknya, kelenjar ini bermuara di folikel rambut, bukan ke saluran. Kelenjar apokrin melepaskan keringat saat suhu tubuh naik dan saat sedang stres. Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin bertanggung jawab atas bau badan karena mengandung protein tinggi yang jika diuraikan oleh bakteri menyebabkan bau. Kelenjar apokrin ditemukan di area tubuh tertentu, yaitu ketiak, selangkangan, dan area kemaluan. Ini menjelaskan mengapa bau badan sebagian besar berkembang di area ketiak dan selangkangan.

Kelenjar apokrin tidak aktif sampai masa pubertas. Namun saat seseorang memasuki usia puber, bau badan tiba-tiba bisa menjadi sangat menyengat. Bau keringat yang menusuk ini tak lepas dari peran bakteri. Bakteri berkembang biak di lingkungan yang lembab seperti ketiak. Saat berkeringat, bakteri memecah protein tertentu di dalam keringat menjadi asam.Jadi, bukan bakterinya yang bau. Namun bakteri yang memecah protein di dalam keringat yang akhirnya membuat bau badan.

Jika kelenjar aprokin ada di ketiak, selangkangan, dan area kemaluan, maka kelenjar ekrin ada di seluruh bagian kulit Kelenjar ekrin berbentuk melingkar dan ditemukan di lapisan bawah kulit yang disebut dermis. Mereka memeras keringat langsung ke permukaan kulit melalui saluran. Saat keringat menguap, ia membantu mendinginkan kulit dan mengatur suhu tubuh. Keringat yang dihasilkan kelenjar ekrin tinggi akan garam, sehingga bakteri lebih sulit terurai. Oleh karena itu, kecil kemungkinannya untuk menghasilkan bau.

 Pemicu bau badan Selain kelenjar apokrin dan bakteri yang mengotori keringat, ada hal-hal tertentu yang dapat membuat tubuh manusia menjadi lebih mudah memiliki bau badan, yaitu:

1. Kelebihan berat badan Lipatan kulit dapat menahan keringat dan bakteri. Ini seperti rumah yang nyaman untuk menciptakan bau badan.

2. Makan makanan pedas dan menyengat Makanan ini sebenarnya tidak membuat keringat lebih berbau, tetapi aroma makanan yang menyengat dapat meresap melalui kulit, yang pada akhirnya membuat bau badan tampak lebih buruk.

3. Stres Stres menyebabkan kelenjar apokrin bekerja lebih keras. Harus diingat bahwa kelenjar inilah yang menyebabkan bau keringat.

4. Berkeringat berlebih Kondisi yang disebut hiperhidrosis dapat menyebabkan seseorang memiliki banyak keringat, seperti halnya menopause. Dan beberapa orang secara alami lebih banyak berkeringat daripada yang lain.

5. Genetika Beberapa orang lebih rentan terhadap bau badan daripada yang lain.

 6. Kondisi medis tertentu Diabetes, masalah ginjal atau hati, tiroid yang terlalu aktif, dan kondisi genetik (sangat jarang) dapat menyebabkan perubahan pada aroma tubuh normal Anda.

 Dalam beberapa kasus, bau badan yang aneh bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius. Misalnya, bau seperti pemutih atau urin bisa berarti masalah ginjal atau hati. Jika merasakan perubahan aneh pada bau badan normal atau ada sesuatu yang tidak beres, hubungi dokter.(Sumber:Kompas.com)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed