oleh

Sekilas Tentang Injil Palsu “Injil Barnabas”

BORBOR.NET Injil Barnabas (IB) ditulis lebih kurang thn 1300 oleh seorang Kristen dari Italia yang telah berpindah dari agama Kristen. Ditulis thn 1300, pada tahun itu Paus Bonifacius menetapkan Tahun Yobel dirayakan tiap 100 thn; dan dalam IB Pasal 82 ada cerita ttg Tahun Yobel yg dirayakan 100 th.

 Barnabas penulis Injil ini bukan teman Paulus atau murid Yesus. Penulis belum pernah ke Palestina sehingga pemahaman geografisnya tetang Palestina tidak akurat. Misal disebutkan Nazaret kota pelabuhan

Injil Barnabas terdiri dari 222 pasal. Berbeda dengan Injil yang kita kenal, maka Injil Barnabas ini tidak memiliki ayat. Artinya Injil Barnabas hanya dibagi dalam pasal-pasal, dan pasal-pasal itu tidak lagi dipecah dalam ayat-ayat.

 Naskah asli Injil Barnabas ditulis dalam bahasa Italia kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Terjemahan Indonesia ada yang berasal dari terjemahan Inggris, ada pula dari terjemahan Arab.

 Injil Barnabas mengungkapkan cerita tentang Yesus sejak masa pra-kelahiran-Nya hingga Ia naik ke surga. Secara umum dapat dikatakan bahwa penulis Injil ini memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang agama Kristen dan Islam. Pengetahuan tentang dua agama itu seringkali justru membuat suatu cerita tercampur menjadi satu: versi Kristen dan Islam. Jika kita membaca Injil Barnabas ini akan menjadi jelas: ada bagian-bagian yang berbau Kristen, dan ada bagian-bagian yang berbau Islam.

 1. Yesus menolak ketuhanan diri-Nya dan menolak bahwa Ia anak Allah. Pandangan ini secara menyolok ditonjolkan dalam beberapa pasal. Dalam pasal 70 diceritakan tentang dialog yang terjadi antara Yesus dan murid-murid-Nya (banding: Matius 18:13-20; Markus 8:27-30; Lukas 9:18-21). Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya bagaimana pandangan mereka tentang Dia, sebab pada waktu itu muncul kepelbagaian pendapat di seputar diri-Nya yang muncul di masyarakat. Lalu Petrus menjawab: Engkau adalah Kristus, Putra Allah. Lalu Yesus marah sambil berkata: “Pergilah dan berangkatlah daripada-Ku karena kamu adalah syaitan dan itu menyebabkan Aku  hina!” Lebih jauh dari itu diceritakan bahwa Yesus mengancam akan mengutuk orang yang berpandangan sama dengan Petrus. Dalam pasal 92 dan 93, diungkapkan bahwa ketika Yesus memasuki Yerusalem, seluruh warga kota menyambutnya dengan kata-kata: “Selamat datang, o Allah kami!” Tetapi Yesus sangat marah dan mengusir mereka, serta menganggap bahwa mereka adalah orang gila yang dirasuk setan. Yesus menyatakan bahwa diri-Nya adalah manusia fana, bergantung pada  putusan pengadilan Allah, menderita kemiskinan makanan, kedinginan dan kepanasan seperti manusia-manusia lain (pasal 93).

 2. Yesus bukan Mesias, tetapi Muhammadlah mesias itu. Pokok pikiran seperti ini tergambar secara jelas dalam pasal-pasal 43, 72, 96, 97, 163, 212, 220. Dalam pasal-pasal itu Yesus berkata bahwa Mesias itu bukan Dia, tapi akan datang sesudah Dia, yaitu Muhammad. Menurut Yesus, Mesias itu diciptakan sebelum Yesus dan akan datang ke dunia sesudah Yesus. Dalam konteks itulah kita mengerti cerita pasal 39 dan 41, yang di dalamnya menceritakan bahwa ketika Adam diusir keluar dari surga, ia melihat tulisan yang bercahaya di pintu surga: “La ilaha illa-llah Muhammad Rasulallah.”

 3. Yesus tidak mati disalib, tetapi Yudas yang disalib. Dalam pasal 216, 217 diceritakan tentang kisah penangkapan Yesus. Di sana dijelaskan bahwa Yesus tidak mengalami penderitaan apa pun, sebab ketika tentara-tentara yang akan menangkap-Nya datang, Allah mengutus 4 malaikat: Jibril, Mikail, Rufail dan Uril untuk menyelamatkan Yesus. Yesus kemudian diangkat ke langit. Yudas yang berada di kamar tempat Yesus semula tinggal, telah ditangkap para tentara karena wajah dan suaranya persis sama dengan wajah dan suara Yesus. Dan Yudas pun disalibkan. Yesus sendiri dalam pasal 221 menegaskan bahwa Dia tidak mati tapi Yudaslah yang mati disalib.

 4. Ismail anak yang dikurbankan, bukan Ishak. Pemikiran ini diungkap dalam pasal 44 dan 208. Dalam pasal 44 Yesus menjelaskan bahwa Ismail putra Ibrahim itulah yang dikurbankan. Mereka yang menyangkal hal ini adalah akibat pengaruh syaitan! (Sumber: Suara Kristen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed