oleh

Apakah sejarah kuno sepaham dengan Alkitab?

BORBOR.NET Jika Alkitab adalah pesan Tuhan pada kita, kita seharusnya berharap versi sejarahnya akurat. Alkitab memang akurat.

Contohnya, Alkitab melaporkan bahwa Yesus dari Nazaret menunjukkan banyak mujizat, dieksekusi oleh Romawi, dan bangkit dari kematian. Banyak ahli sejarah kuno membenarkan cerita Alkitab dari kehidupan Yesus dan para pengikutNya:

Cornelius Tacitus (55-120 M), seorang sejarawan Romawi dari abad pertama, dianggap sebagai satu dari sejarawan yang paling akurat dari dunia kuno.1 Sebuah kutipan dari Tacitus mengatakan bahwa Kaisar Romawi, Nero “menimbulkan penganiayaan-penganiayaan yang paling hebat pada suatu kelompok masyarakat….yang disebut orang Kristen…Christus (Kristus), yang dari Dialah sebutan itu berasal, menderita hukuman yang paling ekstrim selama pemerintahan Tiberius salah satu procurator kita, Pontius Pilatus…”2

Flavius Josephus, seorang sejarawan Yahudi (38-100+ M), menulis tentang Yesus dalam peninggalan kuno Yahudinya. Dari Josephus, “Kita belajar bahwa Yesus adalah seorang bijak yang melakukan perbuatan-perbuatan luar biasa, banyak mengajar, memenangkan banyak pengikut dari orang Yahudi dan Yunani, dipercaya sebagai Mesias, dituduh oleh para pemimpin orang Yahudi, disalibkan oleh Pilatus, dianggap telah bangkit.”3

Suetonius, Pliny the Younger, dan Thallus juga menulis tentang penyembahan dan penganiayaan orang Kristen yang konsisten dengan cerita perjanjian Baru.

Bahkan Kitab Taurat Yahudi, dengan pasti tidak berprasangka terhadap Yesus, setuju mengenai kejadian-kejadian penting dalam hidupNya. Dari kitab Taurat, “kita tahu bahwa Yesus tidak menikah, mengumpulkan murid-murid, membuat klaim-klaim yang bersifat menghujat Tuhan pada diriNya, dan mengerjakan mujizat-mujizat, namun mujizat-mujizat ini dianggap ilmu sihir.”4

Ini adalah sungguh-sungguh informasi mengingat bahwa kebanyakan sejarawan kuno berfokus pada para pemimpin politik dan militer, tidak pada para rabi tak dikenal dari provinsi yang jauh dari kekaisaran Romawi. Namun para sejarawan kuno (Yahudi, Yunani, dan Romawi) menegaskan kejadian-kejadian penting yang ditampilkan dalam perjanjian baru, walaupun mereka bukanlah para pemercaya itu sendiri. (Sumber: Mahaiswa keren.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed